Our

latest news.

Apartemen Arundaya, Tawarkan Konsep Apartemen Untuk Profesional Muda.

November 8, 2017

Apartemen Arundaya, Tawarkan Konsep Apartemen Untuk Profesional Muda

Surabaya (beritajatim.com) – Ekonomi boleh melemah, namun geliat kawasan Surabaya Timur terus berkembang. Salah satunya adalah dengan PT Kopel Lahan Andalan (Koppeland) yang melaunching Apartemen Arundaya Surabaya.

Menggandeng Koperasi Karyawan Telkom (Kokartel Elang), Koppeland optimis superblock di Merr II  tersebut mampu memenuhi kebutuhan hunian untuk segmen profesional eksekutif.

Direktur Utama Koppeland, Bogi Aditya mengatakan kebutuhan hunian di Indonesia, baik landed maupun vertikal sebenarnya masih kurang sehingga seharusnya penjualan properti dipastikan masih terus tumbuh.

“Konsumen di Indonesia sebenarnya tidak kekurangan daya beli. Pameran kami di tiga kota selalu terjual, terbaru di Jakarta 100 unit terjual. Saat ini, mereka masih melihat situasi ekonomi,” kata Bogi usai soft opening Apartemen Arundaya Surabaya di Jl Kenjeran Surabaya, Minggu (8/10/2017).

Padahal, lanjut Bogi, kebutuhan hunian di Indonesia itu sekitar 12 hingga 16 juta, dengan suplai tidak sampai satu juta hunian dalam setahun. Oleh karena itu, Bogi optimis apartemen tiga tower yang nilai investasinya mencapai Rp 3 hingga 4 triliun itu bakal diminati konsumen terlebih segmen middle profesional, yakni karyawan profesional dan pengusaha muda.

Bogi melihat segmen middle, khususnya profesional, dimana mereka berusia 20 hingga 30 tahun masih membutuhkan hunian rumah pertama (KP 1) adalah pasar potensial.

“Gaya kehidupan mereka (profesional eksklusif,Red) berkembang. Punya pekerjaan, ada yang memulai bisnis dari kamarnya, ketemu klien dan membuka kantor kecil lokasi yang sama. Kami ingin memenuhi kebutuhan mereka dengan hunian dengan lokasi strategis, dan superblok lengkap dengan perkantoran,” kata Bogi.

Kepala Koperasi Karyawan PT Telkom Korkatel Elang Danun mengatakan pihaknya akan mendorong 2000 karyawan PT Telkom untuk membeli hunian Arundaya. Apartemen Arundaya dinilai mampu memenuhi hunian karyawan/profesional perusahaan telekomunikasi sekelas PT Telkom.

“Tidak hanya bekerjasama dalam bidang pemasaran,  namun juga perlengkapan infrastruktur,” kata Danun. Untuk karyawan Telkom, penawaran diberikan mulai dari harga di bawah Rp 400 juta, hingga harga Rp 1 miliar serta kerjasama dengan perbankan, mulai DP ringan hingga KPR 20 tahun.

Sementara itu, General Manager Arundaya Surabaya, Dony Nugroho menambahkan, antusiasme masyarakat Surabaya terhadap apartemen itu cukup besar. Terlihat, dari sekitar 3000 unit sudah 30 persen yang dipesan untuk tower pertama. Ditargetkan untuk pembangunan tower pertama dimulai semester 1 tahun 2018 dengan masa pengerjaan selama 36 bulan.

“Segmen penjualan kami saat ini middle, namun posisi dan fasilitas premium. Sesuai dengan perkembangan kota Surabaya yang makin lama ke timur, kemungkinan kami beralih ke premium, dimana nantinya luasan unit makin besar,” jelasnya. [rea/suf]

* beritajatim.com edisi Senin,  9 Oktober 2017.

read more

Dibanderol di bawah Rp 400 jutaan, apartemen Arundaya bidik pasar korporasi.

November 8, 2017
SURABAYA, kabarbisnis.com: Masih tngginya angka kekurangan pasokan (backlog) hunian di Tanah Air mendasari PT Kopel Lahan Andalan (Kopelland), anak perusahaan Koperasi Pegawai dan Pensiunan Bulog Seluruh Indonesia (Kopellindo) untuk gencar mengembangkan hunian vertikal, salah satunya apartemen Arundaya di Surabaya Timur.

Dengan membidik segmen menengah, pengembang ini memang gencar menjaring konsumen khususnya karyawan perusahaan. Maklum, kebutuhan akan hunian di pasar ini cukup besar.

Direktur Utama PT Kopelland Bogi Aditya mengatakan, pihaknya gencar melakukan kerja sama dengan korporasi dan institusi melalui program home ownership plan. Strategi ini dinilainya cukup efektif menggenjot penjualan.

”Kami menyasar pada segmen produktif. Baik profesional, karyawan maupun entereprenur. Nah ini membuat target pasar kami tidak head to head dengan developer lain,” katanya di sela soft opening Apartemen Arundaya Surabaya di Jl. Kenjeran Surabaya, Minggu (8/10/2017).

Dipilihnya segmen pasar tersebut sebagai target market karena potensi kebutuhan hunian masih besar. Selain itu, untuk menyiasati kondisi pasar yang masih melambat pada semester kedua tahun ini, tower pertama dari total tiga tower yang akan dibangun difokuskan membidik pasar menengah.

”Kami ikuti kondisi pasar di mana hunian menengah masih tinggi permintaannya. Tapi tidak menutup kemungkinan tower kedua dan berikutnya akan diposisikan sebagai apartemen premium,” jelasnya.

Bogi melihat segmen middle, khususnya profesional, dimana mereka berusia 20 hingga 30 tahun masih membutuhkan hunian rumah pertama (KP 1) adalah pasar potensial.

 

”Gaya hidup mereka (profesional eksklusif, red) berkembang. Punya pekerjaan, ada yang memulai bisnis dari kamarnya, ketemu klien dan membuka kantor kecil lokasi yang sama. Kami ingin memenuhi kebutuhan mereka dengan hunian dengan lokasi strategis, dan superblok lengkap dengan perkantoran,” kata Bogi.

Sebagai permulaan, Kopelland menggandeng Koperasi Karyawan Telkom Elang (Kokartel Elang). ”Ke depan akan dikembangkan ke korporasi lain baik BUMN maupun perusahaan swasta lain,” jelasnya.

The Arundaya Surabaya terdiri dari tiga tower yang dibangun di atas lahan seluas 1,2 hektare. Tower pertama yang terdiri dari 1.300 unit apartemen ditargetkan terjual habis dalam dua tahun ke depan. Hingga sekarang sudah terjual 30 persen dari total satu tower.

Pembangunan tower pertama dilakukan pada semester pertama 2018 dan ditargetkan selesai dalam jangka waktu 36 bulan. Selain di Surabaya, Kopelland juga sedang memasarkan sejumlah proyek apartemen yang tersebar di Bekasi, Tangerang dan Bandung. Jumlahnya mencapai 10 ribu unit dengan nilai pasar lebih dari Rp 4 triliun.

Ketua Koperasi Karyawan Telkom Elang (Kokartel Elang) Danun mengatakan, pihaknya akan mendorong 2000 karyawan PT Telkom untuk membeli hunian Arundaya. Apartemen Arundaya dinilai mampu memenuhi hunian karyawan/profesional perusahaan telekomunikasi sekelas PT Telkom. Untuk karyawan Telkom, penawaran diberikan mulai dari harga di bawah Rp 400 juta, hingga harga Rp 1 miliar serta kerjasama dengan perbankan, mulai DP ringan hingga KPR 20 tahun.

”Kami juga akan gandeng koperasi lain di luar Surabaya, seperti Gresik,” jelasnya. kbc7

 

*kabarbisnis.com edisi 8 Oktober 2017

read more

Gandeng Kopkar Telkom, Koppelland Luncurkan 3 Tower Apartemen di Surabaya, ini Nilai Investasinya.

November 8, 2017
Gandeng Kopkar Telkom, Koppelland Luncurkan 3 Tower Apartemen di Surabaya, ini Nilai Investasinya

Direktur Utama PT Koppelland Indonesia, Bogi Aditya (kanan) bersama Kepala Koperasi Karyawan Telkom Kokartel Elang, Danun, mengamati Apartemen Arundaya                            di marketing galeri usai penandatanganan kerjasama, Minggu (8/10/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA –  Menggandeng Koperasi Karyawan Telkom (Kokartel Elang), PT Kopel Lahan Andalan (Koppelland) melaunching Apartemen Arundaya Surabaya di kawasan Surabaya Timur.

Pengembang ini menyiapkan tiga tower bangunan apartemen dan areal komersil penunjang (superblok) dengan nilai investasi antara Rp 3 triliun hingga Rp 4 triliun.

Bogi Aditya, Direktur Utama Koppelland, mengatakan, saat ini trend hunian vertikal sudah menjadi pilihan setelah semakin mahalnya harga tanah dan berkurangnya luasan.

“Sementara kebutuhan tempat tinggal atau rumah masih besar. Kami optimis akan mampu menarik konsumen. Saat pameran di Jakarta saja, sudah laku 100 unit,” jelas Bogi usai soft opening Apartemen Arundaya Surabaya di Jl Kenjeran Surabaya, Minggu (8/10/2017).

Untuk produk ini, Koppelland membidik konsumen segmen middle atau menengah. Diantaranya karyawan profesional dan pengusaha muda.

Bogi melihat segmen middle, khususnya profesional, dimana mereka berusia 20 hingga 30 tahun masih membutuhkan hunian rumah pertama adalah pasar potensial.

”Gaya kehidupan mereka yang berkembang. Punya pekerjaan, ada yang memulai bisnis dari kamarnya, ketemu klien dan membuka kantor kecil lokasi yang sama. Kami ingin memenuhi kebutuhan mereka dengan hunian dengan lokasi strategis, dan superblok lengkap dengan perkantoran”, jelas Bogi.

Kepala Koperasi Karyawan PT Telkom Korkatel Elang, Danun menambahkan, pihaknya akan mendorong 2000 karyawan PT Telkom untuk membeli hunian Arundaya.

Apartemen Arundaya dinilai mampu memenuhi hunian karyawan/profesional perusahaan telekomunikasi sekelas PT Telkom.

”Tidak hanya bekerjasama dalam bidang pemasaran, namun juga perlengkapan infrastruktur,” jelas Danun.

Untuk karyawan Telkom, penawaran diberikan mulai dari harga di bawah Rp 400 juta, hingga harga Rp 1 miliar serta kerjasama dengan perbankan, mulai DP ringan hingga KPR 20 tahun.

General Manager Arundaya Surabaya, Dony Nugroho, menambahkan, antusiasme masyarakat Surabaya terhadap apartemen itu cukup besar.

Terlihat, dari sekitar 3.000 unit sudah 30 persen yang dipesan untuk tower pertama. Ditargetkan untuk pembangunan tower pertama dimulai semester 1 tahun 2018 dengan masa pengerjaan selama 36 bulan.

”Segmen penjualan kami saat ini middle, namun posisi dan fasilitas premium. Sesuai dengan perkembangan kota Surabaya yang makin lama ke timur, kemungkinan kami beralih ke premium, di mana nantinya luasan unit makin besar,” jelas Dony. (surya/sugiharto)

 *SURYA.co.id edisi Minggu, 8 Oktober 2017

  

 

read more

Contact Details

+6231 99921302

Jl. Kenjeran no. 504 Surabaya - Jawa Timur

More Detail